Artikel konseptual adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan, yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya, baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh penulis. Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel konseptual adalah juga artikel-artikel konseptual yang relevan, hasil-hasil penelitian terdahulu, disamping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks.
Bagian paling vital dari artikel konseptual adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas, yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. Jadi, artikel konseptual bukanlah sekedar kolase cuplikan-cuplikan dari sejumlah artikel, apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber, tetapi hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya.
Artikel konseptual biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu judul, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, bagian inti atau pembahasan, penutup dan daftar rujukan. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan.........Baca selengkapnya ( DOWNLOAD DISINI )
Hidup memberi kita sebuah jalan yang panjang penuh dengan proses perjalanan, tinggal kita mau menapakiny atau dibiarkan saja lalu kita ambil jalan pintas ke arah tujuan.
Minggu, 12 Desember 2010
Rabu, 02 Desember 2009
Seni Konseptual
Seni Konseptual (conceptual art)Berawal dari pemunculannya ia ngotot menggerogoti konsepsi-konsepsi yang dilumrahkan begitu saja (taken for granted) dalam seni, seperti mekanisme museum dan pasar, kemudian sejarah membuktikan bahwa ia juga diserap oleh mekanisme itu. Kesimpulan ini bisa ditarik karena seni konseptual sebagai gerakan sangat efisien. Ia dengan cepat menghujam pada sasaran kritiknya. Efisiensi ini pula yang mengakibatkan, ketika ia telah diserap oleh museum dan pasar, harus segera menemukan artkulasi baru, atau sepenuhnya kehilangan kekritisan dan menjadi tren semata. Dalam pengertian estetik sekalipun, bagi seni seperti seni konseptual, menjadi tren telah meruntuhkan pondasi awalnya.
Minggu, 15 November 2009
Kamis, 12 November 2009
Melukis Mengasah Kesabaran dan Emosi

Melukis bukan hanya sekadar sebagai media ekspresi saja, namun ternyata Melukis Mengasah Kesabaran dan Emosi.
Untuk mengetahuai lebih banyak lagi KLIK DISINI
Senin, 09 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
-2006-41405045-3929-batik_pekalongan-resource1-preview.jpg)

